Bagaimana Cara Mendekati Pembeli dengan Trik Pacing? Dahsyat Nih!

Diposting pada

Kayqi.com – Bagaimana cara mendekati pembeli? Itu adalah kalimat yang sering ditanyakan oleh mereka yang biasa jualan dengan metode tatap muka (offline). Seringkali, sudah bicara panjang-lebar, eh ujungnya gagal closing. Apanya yang salah, ya? Harus bagaimana?

Menyamakan Frekuensi, Cara Mendekati Pembeli yang Sering Dilupakan

Prinsip dalam menyamakan frekuensi untuk mendekati pembeli adalah merasa sehati, sepemikiran, seperasaan, atau senasib dengan calon pembeli.

Prinsip seperti itu harus selalu diingat-ingat. Sebelum mengobrol (dan akhirnya menawarkan barang), pastikan Anda tidak menjadi lebih tinggi dari pembeli.

Mirip dengan Dirinya

Pada saat kita menawarkan produk, semestinya tidak langsung membahas produk itu. Akan tetapi, awali dengan obrolan ringan.

Anda bisa mulai mengajak ngobrol dengan bertanya kabar, menanyakan anak-anak, aktivitas sehari-hari, atau yang lainnya.

Di saat membuka obrolan seperti itu, nantinya akan banyak hal yang kemudian diungkapkan oleh calon pembeli.

Di sanalah, Anda harus berusaha setuju dengan apa yang mereka katakan. Katakan, “iya”, “betul”, “saya setuju”, dan seterusnya.

Cara mendekati pembeli semacam ini, adalah berusaha menaruh simpati seorang pembeli kepada diri Anda di tahap awal, supaya mereka respek.

“Buat agar kita mirip dengannya, semirip mungkin agar frekuensinya sama.”

Menyamakan Sudut Pandang Terhadap Kualitas dan Harga dengan Pembeli

Orang biasanya punya cara pandang yang beda-beda terhadap harga. Ada saja yang menganggap produk yang kita tawarkan terlalu mahal.

Sekarang, bagaimana cara mendekati pembeli agar memiliki sudut pandang yang sama bahwa harga selalu diimbangi kualitas?

Tentu saja, Anda harus memastikan bahwa apa yang dianggap pembeli itu punya dasar. Semisal produk Anda gamis Aulia Fashion, maka obrolkan dengan santun :

• Apa jenis bahan pakaian yang digunakan, sehingga menjadi lebih mahal?
• Dengan brand mana pembeli membandingkan, sehingga dikatakan mahal?
• Yakinkah produk yang dibandingkan itu satu kelas dengan gamis Aulia Fashion?

Mengapa hal semacam itu sangat penting? Karena seringkali penilaian seorang pembeli terhadap harga, tidak didasari atas value yang ada dalam produk.

Kalau Anda mampu menjelaskan sesuai dengan apa yang mereka pahami, tentu saja penawaran harga yang Anda ceritakan, bisa dimaklumi.

“Ketika kita mengobrol tentang harga, samakan sudut pandang. Tujuannya agar calon pembeli sepaham tentang prinsip harga berbanding sejajar dengan kualitas.”

Mendekati Pembeli dengan Tidak Merasa Lebih Unggul Dibanding Mereka

Banyak penjual yang tidak mampu mengontrol emosinya ketika sedang mendekati pembeli.

Merasa bahwa obrolan semakin asyik, sampai lupa bahwa kita sama sekali tidak boleh merasa lebih unggul.

Unggul yang seperti apa?

• Mendominasi pembicaraan, banyak bicara susah dijeda.
• Menganggap dirinya tak kalah hebat dibanding pembeli.
• Membela terlalu keras bahwa produknya yang paling bagus.

Intinya, jangan berusaha untuk menjadi lebih unggul, termasuk merasa lebih sukses, lebih spesial atau yang lainnya. Ini membuat pembeli tidak respek dengan diri kita.

Tetaplah konsisten untuk rendah hati dan tidak sombong. Sekalipun produk kita dijelekkan, tetaplah tenang dan tidak perlu menyerang.

“Merasa lebih unggul hanya akan mempersulit upaya kita mendekati pembeli. Mereka tidak resepek dengan diri kita, yang artinya, juga tidak akan respek dengan produk kita. Bahaya nih, bisa gagal closing.”

Inilah Pacing, Trik Mendekati Pembeli yang Wajib Anda Pelajari Sekarang

Menyamakan frekuensi antara penjual dengan pembeli, (seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya), sering disebut dengan istilah “pacing”

Pacing itu mengimbangi, menyelaraskan, menyamakan kecepatan.

Imbang dalam obrolan, selaras dalam pemikiran dan perasaan, termasuk kecepatan bicara yang relatif sama.

Pacing adalah ilmu psikologi marketing. Mempelajari ilmu ini, akan mempermudah Anda mengambil hati pembeli.

Sekarang, mindset kita harus dirubah. Menjual itu bukan tentang kita, termasuk keunggulan produk kita.

Akan tetapi…

Menjual adalah tentang :

  • Calon pembeli, termasuk pikiran dan perasaannya.
  • Ego pembeli, yang tidak boleh dikalahkan dari ego kita.
  • Berempati, bahwa mereka punya hak untuk membeli atau tidak.

Kabar baiknya, jika Anda bergabung menjadi mitra Aulia Fashion (dengan menjadi reseller atau marketer), ilmu semacam ini akan sering dibahas.

Aulia Fashion adalah supplier gamis syari tangan pertama yang tak hanya menyuplai produk, tapi juga menawarkan solusi berjualan yang mudah.

“Rugi jika Anda tak bergabung dengan Aulia Fashion sekarang. Ada sobat entreprenuer lainnya yang sudah lebih dulu sukses bersama Aulia Fashion. Kapan giliran Anda?”

 

Kesimpulan Tentang Bagaimana Cara Mendekati Pembeli

Bagaimana cara mendekati pembeli? Jawabannya, gunakan trik dahsyat bernama pacing.

Saat pacing terbangun, maka proses menjual akan begitu alami dan lebih mudah. Tapi ingat, penjualan tetap berproses ya, jadi harus sabar.

Kalau sekali menawarkan langsung closing si enak. Tapi memang seninya menjual ya seperti gini, so, nikmati saja prosesnya. Bukannya proses tidak akan mengkhianati hasil?

Kabar baik! Tekan tombol “Tanya Mbak Lindha” di bawah ini agar Anda berkesempatan menjadi jutawan baru dengan berbisnis gamis syari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *