4 Cara Closing Penjualan Online untuk Pemula Sekalipun!

Diposting pada

Kayqi.com – Cara closing penjualan online berhubungan erat dengan ilmu psikologi. Oleh karena itu, Anda harus memahami ranah psikologi terlebih dahulu, sebagai modal menjalankan teknik closing yang nantinya akan sangat beragam. Berikut ini adalah ilmu closing penjualan online untuk pemula yang harus Anda ketahui :

Pengertian Closing Penjualan Online

Closing berasal dari bahasa Inggris yang artinya “penutupan”.

Sedangkan penjualan online adalah proses penjualan yang dilakukan melalui media dalam jaringan (daring) atau yang selama ini kita kenal dengan internet.

Jadi, closing penjualan online adalah proses mengakhiri sebuah transaksi yang dilakukan dalam penjualan online. Baik melalui media chating seperti WhatsApp atau sejenisnya.

1. Dalam Penjualan Online, Anggaplah Semua Pembeli Menyenangkan, Ini Cara Asyik

Langkah psikologi yang harus Anda persiapkan sebelum berbicara banyak tentang cara closing adalah mentalitas Anda sendiri.

Karena komunikasi dalam penjualan online (biasanya) menggunakan chating, maka ketika Anda membalas chat calon pembeli, coba pikirkan bahwa :

“Setiap calon pembeli pada dasarnya menyenangkan jika Anda mampu membalas chat mereka dengan cara yang menyenangkan pula.”

Apa yang harus dilakukan untuk mengkondisikan mental seperti ini? Rahasianya adalah jangan terlalu berburuk sangka. Ini pantangan.

Mulailah untuk tidak berburuk sangka. Misalnya, menganggap bahwa calon pembeli itu menyebalkan, banyak tanya tapi tidak beli, sering php, dan sebagainya.

Kalau pola pikir Anda sudah seperti itu, Anda akan kelihatan kaku di mata calon pembeli.

Akibatnya setiap kalimat yang Anda ketik akan terkesan :

• Cuek atau acuh tak acuh
• Kurang perhatian
• Tidak berorientasi pada perasaan
• Dan gelagat buruk lainnya.

“Jika menyamaratakan bahwa calon pembeli lebih banyak yang menyebalkan. Mungkin Anda pernah punya pengalaman buruk, tapi singkirkan hal itu. Dengan begini, cara closing penjualan online akan semakin ringan.”

 

2. Anggap Produkmu Sudah Laku 110% untuk Mempercepat Closing Penjualan Online

Dalam sebuah percakapan via chating, Anda akan berbicara banyak tentang produk Anda, bukan?

Pembicaraan itu bertujuan untuk :

• Menjawab pertanyaan calon pembeli, atas berbagai hal yang tidak diketahuinya.
• Mengubah pemikiran calon pembeli, dari ragu menjadi yakin, lalu akhirnya transfer.

Seringkali, ketika membicarakan produk, Anda tidak mampu (atau gagal) membuktikan bahwa produk Anda layak dibeli.

Nah, kegagalan inilah yang berakibat gagalnya calon pembeli untuk percaya dengan Anda.

Ingat! Calon pembeli yang tidak percaya dengan Anda, berarti dia juga tidak percaya dengan produk Anda dan pelayanan terbaik yang akan Anda berikan pasca penjualan nantinya.

Kalau sudah seperti ini mental Anda, solusi agar closing penjualan online berhasil adalah :

Tumbuhkan kepercayaan diri yang tinggi bahwa produk yang Anda tawarkan sudah laku 110%, bukan hanya 100%. Ini kuncinya.

Dengan cara ini, kita tidak akan kesulitan untuk menjawab pertanyaan apapun yang berupaya melemahkan diri Anda, termasuk produk yang Anda tawarkan.

“Agar Anda semakin percaya diri bahwa produk Anda laku 110%, maka perkuat mental Anda dengan pemahaman seputar manfaat produk. Gali sedetail-detailnya agar Anda tidak gelagapan ketika menjawab pertanyaan calon pembeli.”


3. Ingat-Ingat Pengalaman Closing dalam Penjualan Online Sebelumnya

Jangan menghantui diri dengan pengalaman gagal closing. Pengalaman gagal hanya akan melemahkan mental Anda.

Ketika pengalaman gagal itu merusak mood Anda, pikirkan bahwa pada saat itu, Anda sedang tidak bertemu dengan calon pembeli potensial.

Anda tetap bersyukur, walaupun suatu ketika pernah gagal, Anda masih sempat memberikan kesan terbaik dalam melayani mereka.

Tidak menutup kemungkinan, kegagalan closing di masa lalu, akan membuat calon pembeli datang lagi kepada Anda suatu saat nanti.

Jadi solusinya apa, si? Miliki mental selalu berhasil. Buang jauh-jauh mental gagal, ini penyakit bagi seorang entrepreneur sejati.

“Mental berhasil akan membuat penawaran Anda semakin meyakinkan. Aura mantap akan terpancar dalam diri Anda. Energi semacam ini, akan membuat suasana obrolan semakin berkualitas dan cara closing jualan online jadi semakin mudah dan asyik. Percayalah.”

4. Biasakan untuk Rileks Agar Chat dalam Penjualan Online Tidak Kaku

Tidak sedikit para penjual online yang kaku saat melakukan chating.

Dirinya dipenuhi rasa khawatir; khawatir ditolak, khawatir omzetnya tidak naik-naik, khawatir tidak dapat keuntungan besar, dan masih banyak lagi.

Sebelum kami beritahu solusinya, cobalah untuk berpikir tentang 3 hukum aqidah jualan dalam Islam seperti berikut ini :

• Rezeki datang dari Allah, bukan dari pembeli.
• Penggerak hati orang untuk membeli, bukan kita sebagai penjual.
• Maka cara terbaik untuk laris jualan adalah tembak servernya langsung, yakni Allah.

Intinya, serahkan saja semuanya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kaya.

Wah, kalau sudah begitu si, bakalan kelar, nggak ada usahanya dong? Tenang, tipsnya adalah :

Jangan terlalu kaku, santai saja.

Tugas Anda adalah mengetahui seperti apa kebutuhan dan ekspektasi calon pembeli, bukan untuk menjual sekarang juga, apalagi memaksa dengan keras.

“Terjual adalah hasil setelah Anda mampu melewati semua proses penawaran yang menyenangkan bagi kedua belah pihak. Pertama Anda, kedua calon pembeli.”

Kesimpulan Tentang Cara Closing Penjualan Online

Cara closing penjualan online mengajarkan bahwa kita sedang mencari calon pelanggan, bukan pembeli yang hanya membeli sesekali.

Calon pelanggan ideal adalah orang yang terkesan, bukan orang yang terpaksa. Lakukan hal-hal yang mengesankan kepada semua orang yang Anda layani saat chating.

Proses panen selalu diawali dengan menanam dan memupuk. Ini rahasianya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.