Jualan Tidak Ada yang Beli? Cek Penyebabnya, Gunakan Solusi Ini

Jualan Tidak Ada yang Beli? Cek Penyebabnya, Gunakan Solusi Ini

Posted on

Kayqi.com – Jualan tidak ada yang beli? Buat teman-teman yang masih pemula, mungkin akan sering dihadapkan pada pikiran seperti ini : “Mengapa jualanku nggak laku? Salahnya di mana, si?”

Berikut penyebab jualan tidak ada yang beli dan solusinya :

1. Salah Menyasar Target Market, Penyebab Jualan Tidak Ada yang Beli

Maksud salah menyasar target market, adalah menawarkan produk kepada orang yang kecil kemungkinan akan tertarik dengan produk kita.

Sebenernya si, kalau produk itu bener-bener punya manfaat, tetap akan ada peluang, mustahil banget kalau jualan tapi tidak ada yang beli sama sekali.

Hanya saja, tinggal peluang itu kecil atau besar.

Kalau memang yang diincar adalah cepat laku, maka carilah peluang yang lebih besar, yakni dengan mencari pembeli yang lebih potensial.

Contohnya :

Kita akan lebih cepat menjual produk kecantikan kepada orang yang kelihatan senang dandan. Dari sini, peluang untuk laku, akan lebih besar, kan?

Sebaliknya, akan sulit menjual kepada mereka kelihatannya tidak senang dandan. Ini artinya peluangnya kecil.

2. Gagal Memahami Ekspektasi Calon Customer

Walaupun kita sudah ketemu dengan orang yang suka dandan, belum tentu lho dia itu menerima penawaran kita dengan mudah.

Kita harus tahu dulu nih, seperti apa ekspektasi dia terhadap produk kecantikan?

Iya benar, mereka mungkin akan cari yang bagus, tapi bagusnya itu yang seperti apa? Bagus itu pasti ada kriterinya, kan?

Jadi, sebelum menawarkan, cari tahu sebanyak mungkin, apa ekspektasi (atau harapan terbesar mereka), terhadap produkmu. Nah, ini kuncinya.

Kalau semua sudah clear, barulah kita jawab harapan mereka dengan manfaat produk yang akan kamu tawarkan.

Kalau penawaranmu sesuai ekspektasi, maka istilah jualan tidak ada yang beli, semestinya tidak akan terjadi.

3. Menyebut Harga Sebelum Tahu Nilai Lebih, Ini Memicu Tidak Laku

Kadang, calon custumer keburu tanya harga sebelum tahu apa nilai lebih dari produk yang kamu tawarkan.

Jika kamu menyebut harga dan mereka menganggap mahal, maka akan down duluan. Intinya, sudah tidak respek di awal-awal.

Saran saya, jangan sebutkan harga sebelum mereka tahu :

  • Nilai lebih suatu produk, terutama dibanding produk lain.
  • Manfaat nyata yang bisa diperoleh dari produk itu.
  • Sudah terjawab apa harapan (atau impian mereka) atas fungsi produkmu.

Nah, yang ini mudah dipahami, ya? Sekali lagi, jangan cepat menyimpulkan bahwa produk kita tidak laku, ya?

4. Tidak Ada yang Beli Karena Customer Tahu Ada yang Lebih Murah

Bisa jadi, customer tidak beli karena ternyata dia tahu bahwa penjual lain, menawarkan dengan harga yang lebih rendah.

Intinya, ada persaingan, atau bahkan perang harga.

Kalau sudah seperti ini, sebaiknya kamu tidak kemudian menurunkan harga, atau ikut-ikutan perang harga.

Mengapa? Karena persaingan akan menjadi kurang sehat. Kita sendiri yang rugi lho, pastinya keuntungan jadi semakin kecil, kan?

Solusinya, cobalah cari nilai lebih yang membuat customer memilih membeli dari kamu dibanding dari penjual lainnya.

Misalnya :

  • Menawarkan garansi
  • Memberikan bonus yang lebih menarik
  • Gratis ongkos kirim
  • Menyediakan komunitas solid
  • Dan sebagainya.

Yang tahu persis tentang suatu hal yang bisa membuat customer jadi lebih tertarik, tentu saja kamu sendiri.

Di sini, kamu dituntut untuk mencari sesuatu yang menjadi nilai lebih, dibanding yang lain.

Simpulan

Menganggap bahwa jualan tidak ada yang beli adalah sesuatu yang kurang tepat. Karena pada dasarnya, jualan sangat berhubungan erat dengan strategi. Refleks terhadap strategi akan cenderung meningkat seiring jam terbang dari seorang penjual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *