menjual dengan story telling

Menjual dengan Story Telling Itu Keren! Begini Caranya

Posted on

Kayqi.com – Menjual dengan terang-terangan (hard selling) di sosial media seringkali kurang efektif. Media sosial memang punya karakter yang sangat sosial, maka Anda perlu strategi lainnya. Apa itu? Ya, menjual dengan story telling adalah alternatif yang cocok. Semakin penasaran?

Apa Itu Story Telling?

Storytelling berasal dari Bahasa Inggris yang terdiri dari kata “story” yang artinya cerita atau kisah, dan “telling” yang artinya penceritaan atau narasi.

Storytelling sering diartikan sebagai “menceritakan suatu kisah” atau “berkisah” agar si pembaca berimajinasi atas tema yang sedang dikisahkan.

Menjual dengan Story Telling. Apa Itu?

Menjual dengan story telling adalah salah satu cara menarik perhatian follower (atau teman di media sosial), dengan membuat tulisan yang menarik.

Dengan sering-sering berbagi kisah menarik, diharapkan kita menjadi pusat perhatian. Terlebih mereka yang merupakan target market potensial kita.

contoh story telling pemasaran,

Story telling di medsos adalah alternatif agar kita bisa terus eksis di sosmed. Tanpa eksis, kita akan mudah dilupakan atau tidak diperhatikan orang.

Jika seseorang tak diperhatikan, maka begitu pula dengan produk yang ditawarkan.

Pada akhirnya, story telling adalah pintu masuk menuju eksistensi seseorang yang berarti pula eksistensi produk yang ditawarkan.

Tips Menjual dengan Story Telling

Berikut beberapa tips menjual dengan story telling yang bisa Anda praktikkan :

#1 Ungkap Kisah Sesuai Karakter Target Market

Karena story telling dibuat untuk memancing perhatian target market, maka ungkap kisah-kisah yang relevan dengan kondisi mereka.

Kondisi yang bagaimana? Kondisi yang memungkinkan dapat mewakili pikiran dan perasaan si target market itu sendiri.

  • Seumpama target market Anda lebih banyak ibu-ibu, buat cerita yang pas dengan ibu-ibu.
  • Atau apabila target market Anda lebih banyak remaja, maka ungkap kisah tentang remaja.

Ketika si target market merasa terwakili dengan postingan Anda, maka mereka akan terus memperhatikan Anda.

Di sinilah, kunci dari menjual dengan story telling yang powerful.

#2 Buat Judul yang Unik dan Menarik

Judul adalah kalimat yang menjadi penentu apakah seseorang mau melanjutkan membaca kisah Anda atau tidak.

Oleh karena itu, usahakan agar judul kelihatan unik dan menarik. Bagaimana idenya?

“Gunakan kata-kata yang mengandung perumpamaan”

Contoh judul tanpa perumpamaan :

Akhirnya Kutemukan Uang di Saku Celana Suamiku

Judul dengan perumpamaan :

Akhirnya Kutemukan Harta Harun di Saku Celana Suamiku

Kita sengaja mengganti kata “uang” dengan “harta karun” agar pembaca tergelitik untuk menyimak karena penasaran.

Kata “harta karun” juga berfungsi mengaburkan ending dari cerita. Tujuannya, agar tidak mudah ditebak.

Semakin tidak mudah ditebak, semakin membuat orang ingin terus menyimak.

#3 Pancing Rasa Penasaran di Paragraf Awal

Di paragraf awal, sebaiknya Anda tidak langsung menjelaskan maksud cerita.

Anda bisa memulai dengan kalimat-kalimat yang lebih umum, tidak mengarah ke maksud cerita.

Agar lebih menarik, tetap berprinsip bahwa memancing rasa penasaran adalah ide yang cemerlang untuk membuat orang terus menyimak.

contoh story telling entrepreneur,

Contoh paragraf awal yang memancing penasaran :

Jantung ini tiba-tiba berdegup kencang ketika siang itu tanganku merasakan ada lipatan kertas di kantong celana suamiku. “Kertas apa apa ini? Duh, jangan-jangan…” gumamku penasaran.

Tanpa basa-basi, aku pun buru-buru mengeluarkan lipatan itu, kubuka mataku lebar-lebar. Oh, ternyata…

Jika Anda perhatian, kalimat-kalimat dalam paragraf itu tidak memberitahukan dengan jelas tentang apa yang sedang terjadi.

#4 Jelaskan Maksud Cerita dengan Singkat

Harus kita sadari bersama bahwa tidak semua orang gemar membaca. Maka selain memancing penasaran, ada baiknya kisah jangan ditulis terlalu panjang.

Maksud cerita yang ditulis terlalu panjang akan membuat mata pembaca lelah, bosan, dan akhirnya enggan membaca.

Sesuaikan pula dengan karakter utama target market Anda. Seumpama mereka dari golongan eksekitif yang umumnya senang membaca, Anda boleh memanjangkan cerita.

Contoh maksud cerita dalam kalimat pendek :

“Wow, ini si spesial banget! Bayangkan, totalnya ada dua puluh lima milyar delapan ratus rupiah, dibayar tunai! Hihi….” Batinku tertawa.

Ada rasa bangga, haru, tapi cekikikan! “Makasih Ayah, akan kusimpan harta karun baik-baik. Maafkan istrimu yang tidak akan jujur dulu. Hihi…”

#5 Gambarkan Hikmah dalam Story Telling Anda

Untuk memperkuat kesan yang ditangkap pembaca, gambarkan apa hikmah yang dipetik dari story telling Anda.

Bagian ini akan menunjukkan seberapa kuat cerita Anda yang kemudian mampu mempengaruhi mereka.

Ini adalah trik story telling yang mengesankan, selalu terngiang, tidak mudah dilupakan.

contoh story telling brand,

Contohnya seperti ini :

Ya begitulah. Bagi emak-emak, kadang bahagia itu sangat sederhana. Sesederhana menemukan uang recehan di kantong suami ketika mencuci pakaian.

Tidak butuh waktu berjam-jam, bahkan kurang dari 1 menit, ekspresi wajah kita yang tadinya cemberut karena lelah dengan pekerjaan rumah, mendadak ceria kembali.

Aku si biasanya jujurnya belakangan. Kalau ditanya, bilang saja, “Iya, Ayah, sudah buat belanja”. Dia nggak marah kok, paling cuma seyum agak kecut-kecut gimanaa, gitu…

#6 Ajak Pembaca Berinteraksi

Nah, bagian yang tidak kalah penting adalah mengajak pembaca berinteraksi.

Sebetulnya jika kisahnya menarik, mereka dengan sendirinya akan memberikan like atau komen. Namun tidak ada salahnya Anda memintanya.

Bagimana contohnya :

Teman-teman ada yang pernah nemu harta karun juga? Biasanya, jujurnya di depan apa belakangan? Hayo ngaku…

Kalimat di atas adalah upaya agar pembaca memberikan feedback (umpan balik). Pola semacam ini, sebisa mungkin Anda lakukan.

Menjual dengan Story Telling Adalah Alternatif Hard Selling

Seperti yang Anda ketahui, medsos adalah platfom sosial. Makanya, mereka yang pandai berkomunikasi sosial, punya kecenderungan untuk diperhatikan orang.

Tidak heran jika Anda terlalu sering menawarkan secara keras (hard selling), berpotensi untuk dicueki atau tidak diperhatikan.

apa itu story telling,

Banyak orang yang berjualan dengan hard selling di medsos. Jika Anda melakukan hal yang sama, maka Anda tidak ada bedanya dengan yang lain.

Anda pasti percaya, untuk mendapatkan tempat di hati calon konsumen di medsos, maka Anda harus tampil beda.

Postingannya harus beda, cara berinteraksinya beda, pendekatan sosialnya juga beda. Story telling, adalah salah satu solusinya.

Kesimpulan Tentang Menjual dengan Story Telling

Menjual dengan story telling merupakan bagian dalam menjalankan bisnis dengan cara-cara kreatif. Semakin kreatif, semakin diperhatikan.

Di Aulia Fashion, kami mendorong mitra-mitra kami agar melakukan pola promosi yang unik, menarik dan kreatif. Jika Anda tertarik untuk bergabung besama kami, silahkan tekan tombol “Tanya Mitra” di bawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *